Gugusdepan Pesantren Al-Ishlah Tajug ditunjuk oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu sebagai utusan pada Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) 2012. Amanat untuk menjadi utusan pada acara ini adalah sudah kedua kalinya, yang mana sebelumnya ditunjuk sebagai utusan pada PPSN ke-2 di Sumedang Jawa Barat. Pelaksananaan di Provinsi Kepri merupakan PPSN ke 3 dan satu-satunya yang dilaksanakan di luar Pulau Jawa dengan skala nasional.

Untuk PPSN 2012 ini akan dilaksanakan pada awal Juli 2012, atau bertepatan dengan liburan akhir tahun pelajaran 2011/2012. Persiapan yang matang dibutuhkan dalam pelaksanaan PPSN ke 3 yang hanya tinggal hitungan minggu saja. Direncanakan, santri yang akan ditunjuk untuk mengikuti kegiatan tersebut adalah santri kelas V MTI tahun pelajaran 2011/2012 yang akan naik ke kelas VI pada akhir tahun pelajaran ini. Santri kelas V ditunjuk untuk mewakili lembaga dalam kegiatan bergengsi ini karena dengan pertimbangan bahwa dipandang sebagai santri yang paling mumpuni, baik dari segi kedewasaan maupun wawasannya. Selain itu, santri kelas IV dan kelas III tidak dapat ditunjuk karena mereka juga akan mengikuti kegiatan yang tidak kalah pentingnya. Untuk santri kelas IV akan mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Kwarcab Kab. Ponorogo Jawa Timur, dan santri kelas III akan mengikuti Bintal Juang Remaja Bahari (BJRB) Tahun 2012 bahkan dimungkinkan akan mengikuti Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB) Sail Morotai 2012 berlayar ke Indonesia timur dengan tujuan utama Pulau Morotai selama satu bulan penuh.

Berdasarkan informasi di media internet, untuk lokasi sudah ditunjuk, Kota Batam sebagai tempat perkemahan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Raja Ali Kelana Kota Batam. Pelaksanaan PPSN ke 3 ini didukung dengan anggaran dari Kementerian Agama RI sebesar 7 Milyar Rupiah sedangkan Kanwil Kemenag Kepri sendiri menganggarkan 1,3 Milyar Rupiah demi suksesnya PPSN ke 3 Provinsi Kepulauan Riau. Ini belum termasuk bentuk dukungan dari pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Batam.

Oleh: admin | 2 Desember 2009

The First Examination 1430H

Indramayu, Sudimampir. Seluruh santri di Pesantren Al-Ishlah Tajug sedang mengadakan ujian awal tahun yang akan dimulai pada  hari selasa (1/12/2009). Untuk ujian lisan dan ujian tulis akan dilaksanakan pada tanggal (7/12/2009). Suasana ujian mulai terlihat. Setelah belajar di kelas berakhir pada hari Rabu dan pada hari Kamis seluruh santri melaksanakan puasa Arafah. Dalam masa-masa tenang atau disebut hari musamahah para santri mulai terlihat serius untuk mengahadapi ujian tengah tahun ini. Musamahah selama 3 hari di pergunakan para santri untuk mempersiapkan dan mengejar pelajaran yang belum dikuasainya. Baca Lanjutannya…

Latihan SAR & Dayung Pesisir Balongan – “Nenek moyangku seorang pelaut…” inilah penggalan lirik lagu yang menekankan kepada kita bahwa bangsa kita adalah bangsa pelaut, Negara Indonesia adalah negara maritim / negara kepulauan yang terbesar di dunia. Indonesia memiliki bentang pantai terpanjang dan memiliki pulau terbanyak sedunia. Bahkan saking banyaknya, ada ribuan pulau yang dimiliki Indonesia belum memiliki nama. Selain itu, kalau kita melihat geografis Bumi, bahwa 2/3 luas permukaan Bumi adalah lautan.

Saya masih ingat sekali dengan pidato yang disampaikan Komandan Pangkalan Utama TNI AL III (Lantamal III) Jakarta, Kolonel Laut (P) Djoko Prapto Harsono dalam sambutannya pada upacara pembukaan Bimbingan Mental Juang Remaja Bahari (BJRB) TNI AL 2008 setahun yang lalu, yang mana santri Al-Ishlah ikut di dalamnya. Beliau menyampaikan bahwa salah satu bentuk penjajahan yang dilakukan oleh kolonial Belanda pada masa lalu adalah upaya Belanda untuk merusak cara pandang bangsa Indonesia terhadap wilayah lautnya. Bahwa Belanda membelokkan paradigma bangsa Indonesia yang sebelumnya mencintai lautan menjadi membenci lautan. Hal ini dilakukan oleh Belanda agar kiranya Indonesia terdikotomi berdasarkan daratan/pulau sehingga bangsa Indonesia terhindar dari upaya untuk mempersatukan wilayahnya yang terdiri dari kepulauan. Sedangkan bangsa Indonesia yang tersebar di dalam ribuan pulau akan dapat bersatu bila bangsa Indonesia memandang bahwa wilayah laut adalah satu kesatuan dengan wilayah darat, dan wilayah laut adalah sarana pemersatu negara kepulauan seperti Indonesia ini.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.